Sunday, November 25, 2018

Jiwa Yang Tenang Di Taman Wisata Bu'at




Tenang. Aku tak tahu definisi  pasti yang bisa menjelaskan apa itu tenang.  Cukup sulit bagiku tapi, aku berusaha mengungkapkan tentang tenang yang aku maksudkan.  Iya,  tenang itu perasaan ketika aku melepaskan semua bebanku,  perasaan yang membuat aku aman dari berbagai tekanan,  bahkan mau dikatakan perasaan yang diinginkan semuan insan.

Aku begitu merindukan tenang yang sesungguhnya , tenang yang memberikan aku kesempatan untuk bernafas sejenak dari berbagai urusan duniawi.  Aku butuh perasaan itu, butuh suasana itu, butuh tempat itu.  Bisakah aku mendapatinya? 

     Senyum kecilku mulai terukir ketika ku tahu ada tempat yang memberikan ketenangan bagi jiwaku. “Taman Wisata Bu'at?” tanyaku dalam hati.   Aku pernah dengar,  tetapi untuk mendatanginya belum.  'Tempatnya bagus Ajeng, cobalah lu kesana. ' ajak temanku. 

Aku hanya diam.  Dalam hati kecilku ingin sekali ku pergi tetapi lagi-lagi tekanan duniawi ini membuatku berat hati , ah sudahlah parsetan dengan tekanan ini ,  biarkan aku sejenak bernafas.  Aku berharap sesampainya disana harapanku untuk mendapat ketenangan tak mengecewakan.

      Perjalananku berawal dari Kota Kasih ini yaitu Kota Kupang. Jarak dari Kota Kupang ke Taman Wisata Bu'at bila menggunakan kendaraan beroda empat ialah kira-kira 111,6 Km yang di tempuh dalam waktu 2 jam 30 menit.  Cukup jauh bagiku yang adalah pemula.
 
Dari Kota Kupang aku melewati Kabupaten Kupang . Ditengah perjalanan aku mendapat informasi dari ponselku  tentang letak Taman Wisata Bu'at ini.   Taman ini tepatnya berada di Kabupaten Timor Tengah Selatan yang beribukota Soe. Taman ini tak jauh dari pusat  Kota Soe, kira-kira 3 Km.  

    Dan sampailah aku di Kabupaten Timor Tengah Selatan.  Daerah ini memiliki suhu yang cukup dingin yang menusuk sampai ke tulangku.  Tapi kesejukan disini tak tertandingi.  Di sepanjang jalan banyak sekali pohon-pohon yang tumbuh. Aku lalu  bertanya kepada orang-orang yang sedang berjalan kaki di depan Hotel Bahagia 2 tentang keberadaan Taman Wisata Bu'at ini.
'oh di belakang kantor Bupati TTS adik nona' jawab mereka lembut padaku. Tak lupa aku mengucap terima kasih.   Benar saja,  setelah melewati Kantor Bupati Kabupaten TTS akupun sampai di Taman Wisata Bu'at. 


       Wow. 1 kata yang kuutarakan sesaat melewati pintu gerbang Taman Wisata Bu'at.  Pemandangan alam yang aku impikan.  Aku lalu  masuk kedalam mencari tahu seluk beluk taman ini.  Tempat ini begitu luar biasa.  Sepanjang jalan di kelilingi oleh pohon pinus yang sangat tinggi dan pohon mahoni , pohon cendana , pohon cemara dan pohon kayu putih yang seperti  menyelimuti atmosfer tempat itu ,  tak lupa juga suara kicauan burung yang seakan memberi salam pada setiap insan yang datang ke habitatnya.




Aku begitu kagum dengan pemandangan ini. Ku tepikan diriku di pinggir jalan. Kakiku berjejak ke dalam hutan  ini. Aku masuk semakin dalam dan terhipnotis oleh alam ini,  oleh daun-daun berwarna cokelat kering .  Kulihat hutan yang begitu hijau,  asri. Mataku tertutup saat kuhirup udara yang begitu bersih,  sejuk dan sangat menyegarkan. Aku suka tempat ini.  Aku tenang.  Aku bebas.  Aku senang.  Aku,  aku.Aku tak bisa berkata-kata lagi. Aku hanyut dalam suasana ini. Ketenangan yang kudapatkan ialah di tempat ini.  

      Aku membuka mata dan kulihat lagi sekelilingku.  Dan aku sangat bersyukur bisa melihat tempat ini.  Aku lalu duduk bersandar di pohon pinus ini sambil bermain dengan daunnya yang telah kering.  1 jam lebih aku menikmatinya sambil mendengarkan lagu di ponsel ku.   Aku benar-benar lupa semua kepenatan yang terjadi. Benar-benar lupa.


Setelah merasa jauh dari cukup tenang aku memutuskan untuk mengelilingi taman ini.  Yah benar saja, tempat ini masih menyembunyikan sejuta rahasia lainnya salah satunya ialah tamannya.  Jarak dari pintu gerbang ke tamannya sekitar 650 meter. Aku lalu masuk ke dalam.  Tiket masuk pengunjung untuk kategori anak-anak Rp.  2000 dan untuk kategori orang dewasa Rp. 3000. Yah kukira itu digunakan untuk pemeliharaan taman ini.  Sesampainya di dalam taman, aku melihat banyak spot terbaik untuk beristirahat contohnya seperti lopo, ada  fasilitas permainan bagi anak-anak dan tak lupa ialah kamar kecil bagi pengunjung. Ada juga penginapan dan kolam yang disediakan. Lengkap.

Tempat bernuansa alam ini bisa digunakan oleh keluarga yang ingin bercengkrama . Bilapun mau kalian hanya sediakan tikar untuk alas duduk saat berbincang akrab ditemani dengan makanan lezat yang sudah kalian sediakan.  Benar-benar menyatukan.
 
Tetapi ada tanggapan dariku ialah ada fasilitas permainan anak yang sudah tidak berfungsi lagi, kamar kecil yang kurang bersih , dan beberapa lopo yang sudah lapuk serta ada beberapa pengunjung yang membuang sampah sembarang sehingga membuat taman wisata ini belum seutuhnya bersih dari sampah. 

Saranku,  untuk pemerintah di Kabupaten TTS khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten TTS melihat keadaan taman ini seperti memperbaiki fasilitas permainan anak agar anak-anak dapat bermain lagi ,  memperbaiki atau mengganti lopo yang telah  karena bisa saja mengancam nyawa pengunjung bila ada bagian-bagian lopo yang rapuh dan menimpa pengunjung,  serta menyediakan tempat sampah bukan hanya di taman saja tetapi di sepanjang jalan menuju taman agar pengunjung tidak membuang sampah di area hutan  menyediakan papan peringatan tidak membuang sampah sembarang dan tidak bepergian sendiri mengingat taman berupa hutan yang luas karena kemungkinan bisa tersesat atau terjadi hal lain yang tidak diinginkan , serta memperbaiki kamar kecil serta membuatnya bersih agar pengunjung lainnya merasa nyaman. 

Dan untuk pengunjung ku harap kalian juga menjaga taman ini, tidak merusaki tempat ini seperti menuliskan nama di sembarangan tempat,  menjaga alam ini dengan tidak membuang sampah seperti plastik bungkusan makanan,minuman ,  permen dan lainnya. Bilapun ada sampah marilah kita sama-sama memungutnya karena kalian akan tahu rasanya bagaimana bila alam ini tidak bercampur dengan sampah,  bila kalian ingin tiduran di atas daun saja yang tidak bercampur sampah.  Maaf aku hanya kesal bila ada sampah berdampingan dengan daun cokelat kering ini. Seperti merusak pemandangan alam yang sebenarnya.  

Namun terlepas  dari semuanya itu aku ingin mengucap terima kasih kepada Tuhan Yang Mahakuasa yang telah menghadirkan alam ini,  Taman Wisata Bu'at.  Taman yang memberikan aku ketenangan seutuhnya. Terima kasih juga kepada Pemerintah Kabupaten TTS khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten TTS yang telah mengembangkan potensi alam ini dan juga kepada Dinas Pariwisata Provinsi NTT yang telah membantumenyediakan sarana fasilitas. Terima kasih juga kepada masyarakat Kabupaten TTS yang ramah dan mau bersama menjaga taman ini serta kepada semua pengunjung yang telah datang dan menghargai taman ini. Kalian terbaik.

Harapanku ialah kepada kita semua yakni dapat menjaga alam ini supaya generasi yang akan dapat merasaan hal serupa yang kita rasakan.  Dan untuk kalian  yang mendambakan ketenangan ,aku tidak tahu mengapa kalian sangat membutuhkannya tetapi dariku memang semua kembali pada diri yang membutuhkan tetapi apa salahnya kalian keluar dari diri kalian mencari sesuatu yang mendukung kalian untuk mendapatkan ketenangan, yah salah satunya ialah kalian bisa datang ke Taman Wisata Bu'at ini. 

Kuyakin bukan ketenangan saja yang kalian dapatkan tetapi lebih dari itu. Itu apa? Jawabannga bisa kalian tahu setelah  menginjakan kaki di Taman Wisata Bu'at.   Terima kasih. Tuhan memberkati.    

(Dibawah ini adalah videoku tentang ketenangan yang sudah aku dapatkan di Taman Wisata Bu'at ini)


                     

#exotic_NTT
#lombablog_exoticNTT
#lombavlog_exoticNTT
#destinasiwisata_NTT







AdrianaAjengJiwaYangTenangLombaBlogExoticntt

No comments:

Post a Comment

Lengkara

                  Punya harapan, punya tujuan, ada di jalur yang tepat, sedikit melambat juga perlu sekadar menjadi valium untuk pereda kesa...