Sunday, January 30, 2022

Lengkara

                 


Punya harapan, punya tujuan, ada di jalur yang tepat, sedikit melambat juga perlu sekadar menjadi valium untuk pereda kesakitan daging dan fantasi otak dari makhluk yang bernapas di dua dunia.

Membatasi segala lini dan relasi. Menjaga jarak dan menciptakan distraksi dengan pribadi miskin humanis. Obesitas tenaga dan pikiran di lingkungan eksploitasi berkedok support system. Bahkan bekerja sama dengan dunia sekadar mengingkari hal personal dalam diri.

"Iya boleh", template kalimat mematikan untuk menyibukkan diri di dunia asing yang sejujurnya hanya formalitas menjadi manusia berguna, sedikit. Selain dari itu, 'tersesat'. 'Tersesat' di tumpukan asa manusia haus pencapaian dan pengakuan pribadi.

Membutuhkan petunjuk jalan, namun lupa kalau biji mata dapat melihat lumut yang menempel di kayu lapuk. Seakan menjadi buta, reot dan tak berdaya.

Bukan tentang sekuat punggung menanggung beban, setebal kulit menyelimuti tulang, seberapa lama paru-paru bekerja. Tapi tentang puncak kesadaran saat sore hari ketika duduk di sebuah teras tempat perteduhan "Ini semua sebenarnya untuk apa?"

Menemukan milyaran jawaban kata penguatan, walaupun bersifat positif, tapi cukup muak dengan semua itu. Seperti mengilhami bahwa kehidupan pasti demikian, tantangan yang dihadapi oleh semua kalangan pada dasarnya sama, hanya saja pola dan kondisinya berbeda. Mengalami keterasingan dari segala sesuatu mengisyaratkan bahwa ada yang belum selesai dengan diri sendiri. Apatis.

Selama ini menjadi pemeran pembantu di skenario terbaik orang lain namun tak lupa juga berusaha untuk totalitas mencintai hidup sendiri. Kadang mensyukuri segala nikmat seakan hidup paling bermakna, namun juga sering menjadi pencundang, bisa menjadi orang munafik. Hari ini begitu menjijikkan perbuatan atau pemikiran kontra seakan menjadi kertas paling putih namun esok bisa saja sebaliknya, melakukannya kejijikan itu. Hari ini begitu termotivasi seakan jembatan ada di segala tempat namun esok semangatnya patah bahkan jatuhnya sampai ke dalam bumi tak berujung. Kehidupan yang dinamis.

Tidak kesimpulan positif maupun penguatan omong kosong. Basi.


 

No comments:

Post a Comment

Lengkara

                  Punya harapan, punya tujuan, ada di jalur yang tepat, sedikit melambat juga perlu sekadar menjadi valium untuk pereda kesa...