Tuesday, July 17, 2018

Sudah Amankah Makanan Salome Di Kantin Fisip Universitas Nusa Cendana?



          

Sudah Amankah Makanan Salome Di Kantin Fisip Universitas Nusa Cendana?


                                           (Gambar a. Ket; tempat penjualan salome di Kantin FISIP Undana)
            Menjelang waktu  istirahat untuk makan siang , tampak kantin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana cukup ramai.Kantin  yang berada didepan gedung FISIP Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis dan bersampingan dengan lapangan FISIP Undana serta berhadapan dengan tempat parkiran di gedung FISIP Undana ini dipadati oleh pembeli yang sebagian besar adalah mahasiswa FISIP Undana , mahasiswa Fakultas Kedokteran Undana, dosen dan pegawai. Mereka  membeli makanan dan minuman yang disediakan oleh penjual kantin.Banyak makanan dan minuman yang laku di beli salah satunya ialah salome. Sebelumnya asal informasi salome( nama lain dari cilok, siomay , atau pentolan) adalah makanan  yang terbuat dari gilingan daging yang dihaluskan  dengan tepung kanji yang dicampurkan dengan beberapa rempah-rempah seperti lada ,bawang putih, dan garam untuk hasil rasa yang terbaik .
           Berangkat dari penjelasan sebelumnya ,salome memang menjadi salah satu makanan yang digemari , selain rasanya yang enak ,salome juga murah karena harganya bisa dijangkau serta satu-satunya jenis makanan yang berbeda yang dijual di kantin FISIP Undana.Mereka yang mengkonsumsi salome tentunya ingin mencicipi makanan yang berbeda , menambah stamina untuk melakukan aktivitas selanjutnya khususnya kegiatan belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa. Tapi apakah para mahasiswa,dosen dan pegawai terkhususnya saya yang menjadi penggemar makanan salome juga sadar bahwa salomenya aman ? Apakah penjual salomenya juga sadar bahwa salomenya aman untuk dikonsumsi? Apakah tempat berjualan salome ini bisa dikatakan aman, bersih dan nyaman? Intinya apakah pangan jenis ini aman?
          Tentunya setiap individu dari kita ingin mengetahuinya karena makanan yang masuk kedalam tubuh kita harus  bebas dari campuran benda asing, cemaran bahan kimia, bahaya biologi ,tempat makannya aman , bersih dan nyaman.
            Artikel ini ditulis guna menyadarkan kita tentang  suatu makanan dikatakan aman dimana objeknya ialah salome yang merupakan makanan yang digemari oleh banyak orang dan tak terlepas dari  para mahasiswa , dosen , dan pegawai di sekitar kantin FISIP Undana.
       Menurut UU Republik Indonesia  No. 18 Tahun 2012 keamanan pangan  adalah kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologi, kimia , dan benda yang dapat mengganggu , merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi.
Kriteria-kriteria pangan aman bebas dari :
1.      Campuran benda asing ( potongan kaleng,serpihan kaca, perhiasan,kerikil)
2.      Campuran bahan kimia ( bahan berbahaya yang ditambahkan saat pengelolaan, pestisida dari pertanian,debu atau asap kendaraan bermotor)
3.      Bahaya biologi (microba,binatang pengerat , serangga, parasit )
4.      Tempat makan aman, nyaman dan bersih
                Kita telah mengetahui kriteria-kriteria pangan yang dikatakan aman. Lantas apakah salome di Kantin FISIP Undana sudah memenuhi kriteria diatas ? Mari kita lihat satu persatu dari hasil pengamatan yang saya lakukan pada hari Rabu , 5 April 2017 yang bertempat di Kantin FISIP Undana.
_20170405_190858.JPG
      _20170405_190959.JPG
                      (Gambar 1 )                                                                                                    (Gambar 2)
            Gambar 1 dan 2 diatas menunjukan lokasi penjualan.Tampak jelas bahwa lokasinya berhadapan dengan tempat parkir , dimana debua dan  asap  kenderaan bermotor bisa mencemari salome karena lokasinya sangat terbuka dan tak terlindung  sehinnga sangat mungkin salome ini tercemar oleh bahaya biologis apalagi pedagang ini meyediakan kuah salome dan  debu bisa larut kedalam air kuah salome ini. Sangat disayangkan bila hal dasar berjualan yaitu lokasinya saja sudah jauh dari kata aman dan terlindung.

_20170405_190946.JPG                             (Gambar 3)
              Gambar 3 diatas tampak bebererapa mahasiswa yang sedang menikmati salome sambil duduk di atas selokan pembuangan air AC dari gedung. Yang lebih memprihatinkan ialah mereka menikmati salome tepat didepan tempat pembakaran sampah . mereka sadar , tetapi tidak beranjak pergin , kenapa ? karena penjual  salomenya tidak menyediakan tempat untuk menikmati salomenya seperti meja, kursi dan atap lebih luasnya ialah ialah tidak menyediakan ruang makan uang terlindungi dari asap kendaraan bermotor , debu, jauh dari tempat pembakaran sampah ,  serta bersih . Sedih melihatnya karena seharusnya makanan itu dinikmati di tempat yang baik bukannya berhadapan langsung dengan tempat pembakaran sampah .
_20170405_190925.JPG                                                           
          (Gambar 4 ket; wadah makanan salome yang menggunakan kantong plastik kresek)
        Yang terakhir dari hasil pengamatan saya ialah wadah untuk salome ini menggunakan kantong kresek (Gb.4)  walaupun kantong kreseknya tidak berwarna hitam ( kantong hasil daur ulang dan sangat berbahaya dari warna kantong kresek lainnya) melainkan berwarna putih tetapi tetap saja berbahaya bagi tubuh.Bahan kimia yang terkandung mudah terurai dengan suhu yang panas , makanan yang mengandung cuka dan vitamin C,berminyak dan berlemak. Hal ini bisa merusak sistem dan organ tubuh apabila terjadi penumpukan zat karena itu BPOM melarang penggunaanya.

         Itu adalah beberapa hasil pengamatan yang saya lakukan dan sangat jauh dari kata aman. Lantas kalau sudah begini apa yang harus penjual salome , para pembeli dan saya lakukan agar jenis makanan ini layak disebut aman untuk dikonsumsi?
1.      Lokasi atau tempat berjualan salome harus aman , nyaman , bersih , bebas dari debu dan asap kendaraan bermotor.
2.      Penjual salome harus menyediakan ruang yang berisikan meja kursi dan atap untuk tempat para pembeli mengonsumsi salomenyab agar tidak duduk dimana saja apalagi berhadapan dengan tempat pembuangan sampah.
3.      Wadah yang digunakan harus berbahan dasar plastik yang terstandarisasi  
4.      Setiap orang wajib mengetahui dan menyadarkan orang lain tentang pangan (salome) yang aman
Kesimpulan
           Pangan aman adalah pangan yang bebas dari campuran benda asing , cemaran bahan kimia, bahaya biologis.Jenis pangan yang biasa dikonsumsi oleh para mahasiswa ,dosen dan pegawai disekitar gedung FISIP Undana adalah salome.Tetapi salome ini dikatakan tak aman karena lokasi berjualannya tidak nyaman , bersih, aman,  mudah tercemar oleh debu dan asap kendaraan bermotor, tidak adanya ruang untuk menikmati salome , dan wadah makanan yang digunanakan yaitu kantong plastik kresek yang sangat berbahaya.Untuk menyatakan salome ini aman maka yang harus dilakukan ialah penjual salome harus menyediakan tempat berjualan yang aman , nyaman , bersih , bebas dari debu dan asap kendaraan bermotor , serta penggunaan wadah makanan yang terstandarisasi, serta kesadaran dari setiap individu tentang pangan aman. Dengan demikian ,maka salome yang digemari oleh para mahasiswa , dosen , dan pegawai disekitaran gedung FISIP Undana bisa dinikmati karena aman dan layak dikonsumsi ,serta bisa sadar akan pangan aman. Sekian dan terima kasih.

No comments:

Post a Comment

Lengkara

                  Punya harapan, punya tujuan, ada di jalur yang tepat, sedikit melambat juga perlu sekadar menjadi valium untuk pereda kesa...