(Dok. Pribadi )
Sengaja diedit begini supaya tak ada yang mengenal
Sebelumnya terima kasih yah sudah berkunjung, karena saya tahu beberapa diantara yang membaca artikel ini ialah mahasiswa semester 6 yang 'ehem' mungkin merasa tersinggung dengan judulnya. Jangan terlalu berperasaan begitu kalau nyatanya kamu masih waras. Ras. Ras. Tapi kalau tersinggung yah tak apa.
Hehehe oke, bagaimana nih perasaan kamu setelah melewati semester 1,2,3,4,5 (bukan lomba berhitung) sampai duduk di semester 6? Biasa ajah? Iyah tau. Semoga jawaban lainnya ada di kata kedua di paragraf kedua.
Aduh kayak nggak waras juga artikel ini.
Tapi tunggu dulu, sebelum hengkang alangkah lebih baiknya kamu pahami dulu penjelasan dibawah ini, apa itu semester 6 dan defenisi WARAS!
Semester 6 adalah semester sebelum semester 7.Dan waras ialah kamu yang merasa kalimat diatas itu benar.
Yah memang kamu waras kalau nggak juga yah siapa peduli?
Maafkan karena memang penulis juga memiliki mimpi untuk mewaraskan diri setiap pembaca (baca: khusus semester 6).
Yaudalah tak perlu jelaskan panjang lebar apa itu semester 6, toh kamu juga tahu kan semester 6 itu bagaimana? Semester yang telah menguras pengalaman petualang sejati kamu sebagai seorang mahasisiwa yang dari kuliah pagi ketemu malam, semester kaya karena udah banyak habisin duit untuk jilid makalah, beli buku dll, dan menjadi semester berkesan dimana mempersiapkan kamu untuk 'terjun lapangan' mulai dari PKL, magang ( ada beberapa mahasiswa yang magang juga di semester 7), dan yang terakhir ialah menjadi yang awal kamu memulai apa itu PROPOSAL.
Kamu anak baik-baik? Semoga tetap jadi anak baik karena di semester ini kamu akan disuruh cari masalah. Hahaha maksudnya masalah kehidupan. Ah apasih istilahnya? Intinya disuruh cari judul proposal. Sederhananya kamu sebagai manusia yang budiman pasti banyak menjumpai hal-hal menyimpang di lapangan yang tak sesuai ajaran kebenaran teori doktrin aturan kebijakan undang-undang singkatnya judul proposal itu berdampak pada individu/khalayak supaya merasa pantas hidup. Yah begitulah, pusing.
Nah kalau kamu sudah masuk di fase ini rasanya nano-nano gitu. Mulai dari cari judul, nunggu di ACC, lalu dibagi dosen pembimbing yang 'tak cocok darah', auto revisi again and again sampai pohon dibumi habis karena disulap menjadi kertas yang harus diprint dan dibawa ke dosen pembimbing
"Halo Pak Ibu, maaf menganggu. Ini bahan proposal yang saya sudah perbaiki"
*Coret. Coret. Coret*
Tahan napas.
Sebenarnya dosen nggak segitu amat juga kali, emang kamu ajah yang kurang pengejaannya, kurang kosakatanya, rumusan masalahnya jelas tapi tujuannya ini (salah), landasan teorinya juga aduh apakabar lagi. Dan belum lagi, lagi lagi yang lain lagi.
Kasarnya yah memang hancur proposalnya jadi harus direvisi. Jadi gosah bacot juga.
Emang kamu kira dosen nggak sayang bumi beserta isinya apa sampai-sampai harus berulangkali revisi? Jadi setop deh ngeluhnya. Musim panas umpan emosi ini.
Lebih baik kamu banyak-banyak makan , makan jangan sisa eh maksudnya banyak baca.
Cari sumber yang mendukung judul kamu ( jangan jadi plagiator), tanya-tanya senior juga walaupun ada beberapa yang masih legend sih, hahahah tapi bukan berarti 'kau kuras otaknya' dia saja belum lulus apalagi kamu. Bisa-bisa proposalnya jadi proposal kamu. Sedih sih kalau namanya samaan sama nama kamu. Kembar.
Kalau kamu jenuh, ingat-ingat kembali deh awal perjuangan saat kamu masuk dan duduk di semester 1. Yah beda tipislah saat kamu ikut ospek/opssy/dikwal atau lainnya dengan versi kamu dirumah. Niat sekali kan?
Ingat juga bagaimana jerih payah orang-orang yang mendukungmu, orang-orang yang rela bekerja keras demi menghidupkan kamu sebagai 'manusia'.
(tolong baca kalimat diatas seperti membaca puisi karena feelnya dapat)
Mubasir juga kalau kamu harus nyerah disemester ini, kan seharusnya disemester 1 atau paling tidak nyerah sebelum kamu baca artikel ini.
Sudah banyak fase kan yang kamu lalui, termasuk fase 'amnesia akan hutang duit teman', jadi kalau fase-fase itu kamu bisa lalui masa fase ini ajah kamu nggak bisa? Malu sama tetangga.
Tak perlulah kasih kata-kata bijak atau kata penguatan lainnya karena kamu pasti tahu itu , kamu memang sudah dipersiapkan untuk jadi orang hebat menurut versinya. Bukan saja tahu, kamu juga sadar! Dan sebenarnya kamu nggak mau nyerah. Mau berjuang dan buktikan kalau memang kamu bisa . You deserve it.
Yaps. Kalau kamu udah ngerasa lebih baik setelah membaca artikel ini. Berarti kamu (bukan masih) waras, akhirnya.
Oke, artikel ini sebenarnya untuk buat kamu sadar bahwa hal apapun yang terjadi pasti ada hal-hal sulitnya tapi bukan berarti hal baiknya tak ada. Kamu saja yang berpikir demikian.
Segala sesuatu yang sudah kamu awali dengan baik-baik akhiri juga dengan baik-baik.
Perjuangan dan semangat akan jadi sampah kalau kamu sendiri menganggapnya barang usang, tak berguna, dan sejenisnya.
Jadi kedepannya kalau merasa puyeng dikit, atau rada-rada mulai nggak waras, yah udah rasain ajah. Emang enak? Hahaha. Bye!

😂😂 Keep Writing Sista 💪
ReplyDelete