Tuesday, April 7, 2020

"Pesan Untukmu"


Eh selamat malam gadis
Mahkota di kepalamu terlihat semakin tipis
Alis berantakan ditutup ukiran garis
Namun tak ada yang gurih selain senyummu yang  manis
Iya,  masih sangat manis

Bagaimana kabarmu?
Masih seperti dulu?
Tak ada yang mengganggu?
Tapi beda denganku
Hancur tak berujung dan semu

Sudahlah lupakan
Tak ada yang tertekan
Kau juga begitu kan

Eh maaf gadis yang aku panggil kau
Aku kira alasannya kau tahu
Ketika semua insan bahu membahu
Berusaha mencari asal bau
Supaya kau tak mati disantap masa lalu
Tapi kau malah tak tahu malu
Berulah lagi seperti benalu

Ah,  aku semakin murka
Akulah yang dituduh penyebab luka
Seakan tak bisa membantu dunia
Membantu Nia

Kau mau kemana?
Mau ke sana?
Jangan lama-lama
Dunia sudah membenci untuk bersama!

Mati cepatlah kau perempuan!
Bersama dengan sosok jahat nan tampan
Yang tak bisa menuntun tuan
Biarlah dendamku yang jelas bertuan
Yang tak pantas membenci makhlup ciptaan Tuhan
Sirna dengan melihat eloknya batu nisan

Untukmu gadis,  kau,  perempuan
Aku Tresmandiva Lusgovian
Malaikat pelindung Nia Handuran
Terima kasih sudah banyak menyusahkan
Setelah kau bunuh jiwanya yang penuh kebaikan
Nia sekarang sudah bisa menerima kenyataan
Bahwa dijebak itu seperti panah bertebaran tanpa sasaran
Menusuk tajam melukai setiap organ
Dan memaksa bibir mungil untuk selalu senyum menawan

Dia punya rahasia kecil di dalam organ
Tersembunyi di hati nan rupawan
Rahasia itu begitu rapi tersimpan
"Aku tak sudi menganggapmu teman"

Pesan ini aku berikan padamu tanpa perantara  malaikat pelindungmu yang bodoh dan yang sedikit lagi bersamamu ke tempat api

Tresmandiva Lusgovian

-Adriana Ajeng Ngailu

No comments:

Post a Comment

Lengkara

                  Punya harapan, punya tujuan, ada di jalur yang tepat, sedikit melambat juga perlu sekadar menjadi valium untuk pereda kesa...